Blogger Matre, Menurut Anda?
Mendengar istilah “baru” yang sudah lama saya baca saat blogwalking ini selalu mengiris hati… Istilah ini lebih cenderung negatif dari pada positifnya. Kita sering mendengar istilah CEWEK MATRE, yang terlintas dalam pikiran adalah cewek mata duitan yang peribahasanya sering terlontar dan kita dengar, “Ada uang abang sayang, ga ada uang abang ditendang”
Saya sendiri termasuk orang yang cukup ngilu jika mendengar (membaca) istilah BLOGGER MATRE pada postingan rekan-rekan blogger yang dialamatkan pada blogger yang memonetize blognya untuk kepentingan finansial. Dan untuk melihat realitas ini saya menyempatkan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana pada rekan-rekan blogger via YM, dan inilah jawaban mereka :
Oya, wawancara ini sedikit saya edit (dengan tidak merubah esensi jawaban) agar tidak terlalu panjang mengingat ada 4 orang blogger yang tengah online berhasil saya wawancara (meski udah diedit teuteup aja panjang
) Siapkan aja dulu secangkir teh atau kopi hangat menemani Anda membaca hasil wawancara ini.
Ada 6 pertanyaan yang saya ajukan seputar istilah Blogger Matre ini, yaitu:
- BLOGGER MATRE, menurut Anda?
- Apa yang terlintas saat Anda mendengar istilah BLOGGER MATRE?
- Definisi BLOGGER MATRE menurut Anda?
- Adakah kesan negatif atau malah positif saat mendengar istilah tersebut?
- Setujukah Anda dengan istilah BLOGGER MATRE? Adakah istilah lain yang lebih baik?
- Apa harapan Anda untuk para blogger yang memonetize blognya (blogger matre)…?
Toni Jauhari – tonijauhari.blogspot.com
Blogger Matre, blogger yang memonetisasi blognya semisal untuk paid review, adsense dsb. Aku ga pikir blogger itu matre dalam hal materialistas, bagiku itu istilah untuk blogger yang cari hasil dari blog saja, termasuk aku tentunya, hehehe. Daripada matre beneren bagusan blogger matre soal kita juga kerja disini ga matre minta sama orang.
Definisi Blogger Matre menurutku mereka yang memanfaatkan dengan baik blognya untuk mendulang hasil di internet. Tapi tergantung masing-masing orang, karena ada juga yang tidak suka dalam bisnis ini. Menurutku tidak ada kesan negatif untuk istilah Blogger Matre, tapi bagi yang tidak memonetisasi blog barangkali iya. Aku berasal dari ekonomi rendah jadi mesti terjun ke blogger matre. Kalo ga gitu ga bakal bisa tahan lama di dunia maya ini, semua biaya bayarnya dari sana soalnya.
Sebenarnya untuk kata “Matre”nya sendiri aku kurang setuju, tapi istilah ini udah terlanjur melekat jadi mungkin sulit ganti istilah lain. Aku juga ga punya pikiran istilah bagusnya gimana. Harapan aku, maunya tiap blogger tanah air bisa mendapat hasil dari blog, makanya aku selalu berbagi info juga caraku dulang hasil agar bisa saling diskusi dan bagi yang baru kenal dunia Blogger Matre bisa tambah menarik ikutan, so dengan cara ini bisa sebagai alternatif untuk mencari hasil tambahan.
Yanto – www.ngajari.com
Menurut saya Blogger Matre itu memang ada, tapi ga semuanya blogger matre, bisa di bilang blogger matre karena hanya mementingkan penghasilan dari pada berteman atau saling berbagi satu sama lain. Wajar saja jika Ada istilah Blogger Matre karena blogger juga butuh biaya buat ngenet juga berbagi ilmu dan pengalaman itu tidak mudah anggap aja kematrean blogger itu sebagai upah jerih payah nulisnya asal dengan catatan matrenya ga berlebihan.
Definisi blogger matre adalah blogger yang mengharap ada balasan dari apa yang telah ia berikan atau ia tuliskan dalam blognya, tapi ini yang matre wajar kalau yang benar-benar matre itu blogger yang tujuan utamanya mencari hasil atau uang dengan cara apapun termasuk menipu.
Kesan negatif dan positif; Positif karena istilah blogger matre bisa menimbulkan motivasi kita untuk tetap berusaha, seperti semangat blogger matre mencari uang. Negatif, kurang srek aja ketika berkunjung ke sebuah bog yang isinya iklan semua.
Saya kurang setuju ada istilah Blogger Matre, ga pantes! Matre istilah kasarnya hanya ingin mendapatkan hasil tapi blogger ga semua ingin mendapatkan hasil, ada yang murni berbagi tanpa mengharap imbalan, ntar mereka yang murni berbagi jadi ikut menjadi matre dong kalo istilahnya pakai blogger matre, hmm pantesnya apa ya nama untuk blogger yang mencari hasil itu, blogger pemburu aja kali ya.
Harapan saya semoga para blogger yang bertujuan mendapatkan hasil masih memperhatikan nilai dari nama blogger itu sendiri, jangan sampai nantinya nama blogger menjadi sosok yang mempunyai tujuan mencari keuntungan dari ngeblognya dia aja, blogger harus masih punya citra baik sebagai media berbagi dan bersosialisasi.
Syamsul Alam – alampintar.blogspot.com
Menurut saya Blogger Matre itu blogger yg ga care sama sekali dgn reader, ia biarkan tulisannya berantakan, dengan nembakkeyword yang ga kenal etika, iklan dimana2 dan google adsense yg banyak, n ga ada interaksi sama sekali dengan reader, tak ada post yg benar2 orisinal darinya, hampir semuanya copas. Semacam itulah, tapi selama ini, saya jarang liat blogger kek gitu. Hm…..
Mendengar istilah Blogger Matre yang terlintas di benakku mereka yang ngabisin waktu di depan komputer, cari keyword terpanas hari ini, cari artikel orang lain untuk di kopas, main hyip di awal2, dll. Dia ga mikirin orang lain dan efek dari perbuatanya, yg penting dapet duit, segala cara deh.
Definisi Blogger Matre; Matre = mata duitan, blogger yang ga tau etiket ngeblog kali yah, apa aja deh demi duit, blogger yang blognya sepenuhnya di dedikasikan buat cari duit, ga ada embel2 bagi ilmu, dll.
Ga ada kesan negatif ataupun positif,… saya memandang bahwa memonetisasi blog bukanlah blogger matre seperti yg dilakukan bang hakim, bang zal, dll… dengan affiliasi bertebaran dmana2, review mengenai produk yg diikuti, dll. Itu bukan blogger matre enurutku, hm, itu masih dalam tahap wajar, dan menurutku matre itu lebih menghalalkan segala cara buat cari duit, semacam itulah, kesannya jelek bgt emang dipikiranku. ga tau kenapa..
Saya setuju ada istilah Blogger Matre jika blogger itu sesuai dengan definisi dan keterangan berbelit2 saya di atas, menurut saya, tak ada istilah yg lebih cocok dibanding blogger matre, hm, mungkin ada kata lain, tapi bukan nama yg lebih baik, nama lainnya seperti, blogger mata duitan… wkwkwkkw sama aja….. Hmm ga kepikiran nama lain yg lain aku.
Memonetize blog menurut saya ga papa, itu hal lumrah, apalagi klo emang dah terjun di dunia blogging 100 persen, tiap orang butuh makan, dan cari makan caranya macam2, saya malah melihat bahwa blogger matre itu bukan blogger, karena ga ada esensi bloggernya sama sekali seperti sharing ilmu, cerita, opini, info, ato apa kek… okaylah, mungkin info ada, tapi dia bener2 ga memperhatikan etiket blogging klo menurutku. hm…. blogger matre itu mungkin seperti terbitin buku hasil kopas artikel orla (arang lain, red), dia buat blog kecil dengan visitor minim, n terbitin tuh buku, (jadi inget berita lama) hm, jadi memonetize blog bukan blogger matre, dan harapan saya blogger matre itu instropeksi bahwa yg ia lakukan ga akan menjaminnya untuk dapet duit, yg ada malah di banned. hm… saya hampir ga pernah liat blogger matre sih seumur hidup saya, klo yg ofensive sering.
Yono suryadi – duniasoer.com
Sebenarnya saya bingung untuk istilah Blogger Matre. Karena saya pribadi tidak memasukan kosa kata itu dalam kamus saya. Istilah ini di tujukan kepada blogger yang menjadikan bloggernya sebagai lahan mencari duit, entah dengan review, adsense, jualan link, afiliasi untuk menghasilkan uang. Adakah yang salah dengan itu? Ada orang yang main sepakbola untuk sekedar hobi ada juga orang yang bermain sepakbola bukan sekedar hobi tapi untuk uang juga.
Pertama terlintas ketika pertama kali mendengar istilah ini adalah penggunaan istilah ini dalam dunia nyata *kehidupan sehari* yang menilai segala sesuatunya dengan materi dan cenderung penerapannya memberi efek negative pada si objek. Dari realitas itu saya lebih suka menggunakan Istilah profesi untuk orang yang menjadikan blognya sebagai lahan menjadi uang dengan program yang disebutkan tadi.
Definisi Blogger Matre? Atau istilah *profesi* yang lebih saya sukai tadi, tidak jauh dengan pemain sepakbola yang memilih hobinya sebagi sarana untuk membangun karier juga. Dan sekarang sudah tidak aneh bagi orang menjadikan kegiatan ngeblog sebagai profesi yang mana dari apa yg dikerjakannya ada materi yang di cari toh peluang untuk itu sekarang terbuka lebar. Apakah itu berawal dari sebuah hobi atau sekedar mengikut karena melihat kesuksesan orang itu tidak masalah selama memang mau komit.
Setujukah dengan istilah Blogger Matre? Seperti di sebutkan di atas saya lebih suka dengan istilah ‘profesi’ atau kenapa tidak dengan sebutan yang umum ‘blogger profesional’. Oke bisa jadi istilah ini terlalu berat, tapi bukannya kita juga bisa menerima status atlet sepakbola professional yang masih amatiran. Bisa jadi memang kita dalam hal ini masih amatiran tapi terus terang saya sudah memposisikan kegiatan ngeblog saya sebagai profesi. Dan saya tidak malu mengatakan profesi saya sebagai blogger. Dengan profesi ini saya bisa menghidupi orang tua dan adik saya yang masih kuliah.
Harapan saya untuk para blogger yang memonetize blognya termasuk saya adalah bisa menjalani profesi ini dengan baik dan dengan kejujuran. Buatlah perencanaan yang baik sehingga kita bisa mapan di bidang ini. Dan saya yakin kalau kita sudah berhasil istilah ‘blogger profesional’ akan lebih pantas di pakai daripada istilah ‘blogger matre’. Sebaliknya kalau profesi ini dijalani dengan berbagai cara asal uang di dapat bisa jadi hanya akan mengekalkan istilah ‘blogger matre’ tadi.
Terakhir saya mohon maaf kalo banyak hal yang keliru dari yg saya uangkapkan di atas. Maklum saya sendiri baru seumur jagung terjun di dunia blog.
***Demikian wawancara saya dengan keempat blogger yang mudah-mudahan bisa menjadi perenungan untuk kita semua, dan yang bisa saya ambil kesimpulan adalah apapun kegiatan kita memang tidak terlepas dengan nilai materi meski begitu profesionalitaslah yang dibutuhkan agar kita tidak terjebak dalam istilah negatif.
Blogger Matre atau Blogger Profesional
Dan untuk kedepannya program posting wawancara ringan serta santai ini akan saya coba terus lakukan dengan mengangkat tema-tema aktual maupun tema ringan seputar blog, so biasakan selalu online di YM dan add YM saya:
Yahoo Messenger ID : hakimteaa
Pertanyaan di atas masih terbuka jika Anda ingin berpartisipasi dan menanggapi lebih dari hasil wawancara saya dengan blogger-blogger di atas, silahkan beri tanggapan Anda melalui form komentar.
SETUJU atau TIDAK istilah BLOGGER MATRE, sebutkan alasannya…
Popularity: 5% [?]
Related posts :
- Blog Sang Inspirator itu Telah Terjual Salah satu Inspirator saya dalam blogging dan berbagi, sharing ilmu
- Tutorial Newbie Sebenarnya ini bukan Tutorial tapi sekedar Tips dari Newbie, oleh
- Apa Sebenarnya Arti DoFollow (You Comment I Follow) Ketika bercengkrama dan berkumpul dengan sesama blogger Bandung waktu itu
- Bagaimana Menjadi Seorang Blogger yang Hebat Banyak orang atau blogger mengimpikan dirinya untuk menjadi blogger hebat,
- Earning Adsense Naik 400% Barusan melakukan kegiatan newbie di adsense biasa... newbie kan sukanya












Hi, my name is Hakimtea, I like drink a cup of tea n blogging is really my cup of tea :) I've been dreaming to be a fulltime Blogger, I imagine to be a Master Blogger... when I wake up and realize that all my dreams are still like all I consume, an ordinary Hakimtea... a newbie Blogger who try to write, sharing information and getting money from blogging.
January 30th, 2009 at 2:08 am
wah wawancaranya top markotop kang……kalo aku yang baru mengenal dunia ini, yah terserah apa adanya dan bagaimana mereka menyebut . abi mah tidak terlalu di pikirkan, yang penting awal ngeblog hanya bertujuan membuktikan apakah dengan internet/blog bisa ngasilin artoz, ternyata bisa. dan selanjutnya yah bukan terseran anda kang, tetep aja terserah kita, yang penting sering seringlah berbagi ilmu untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang apa saja, yah termasuk monetize blog kang. thanks…
January 30th, 2009 at 4:01 am
sudah pakai wawancara nih, sip..sip..
kadang kata-kata membatasi makna, ngerti gak maksud saya?
kalau ditilik lagi, kata blogger=semua orang yang mengelola blog (bener gak ya? atau ini admin blog?)
kalau memang blogger matre ditujukan buat blogger yang memonetasi blog-nya, maka bagi saya itu adalah istilah yang lebih berkesan positif daripada negatif; “lucu” lebih tepatnya..
tapi kalau ada definisi yang lebih spesifik dari “blogger” (misalnya: orang yang mengelola blog dengan baik, melakukan blogwalking, rajin ninggalin komentar, berinteraksi dengan pengunjungnya, suka telpon-telponan *halah*) maka harus ada istilah yang berbeda untuk mereka yang bikin blog banyak-banyak, mainin trik ini-itu, dan gak interaktif (atau terbuka) dengan pengunjungnya.. semata-mata demi mendulang
dollarduit dari internetJanuary 30th, 2009 at 4:36 am
Blogger matre itu…. indah, indah buat dilakuin karena termasuk kreatip cari duit lho mas.. tapi sebutan matre pantes gaknya dilihat dari mentalitas ownernya dari pada lihat blognya. Ngeblog itu pilihan, adanya yang cari duit sah sah aja ada yang hobi buat nulis sah juga… Kalo saya ngeblog iut dulu memang kesenengan ato karena senang trus mo dapet duit dari ngeblog, itu bonuuuuussssssss…… lha piye tho enake ? hehehe… tapi alasan apapun itu selama halal dan gak merugikan orang lain boleh boleh aja… satu hal lagi, melarang orang lain melakukan sesuatu yang bertujuan untuk kebaikan, misal nyari nafkah yang gak merugikan orang lain bukanlah sesuatu yang bijak.
January 30th, 2009 at 5:09 am
Menurutku Blogger matre itu blogger yang cerdas. Karena dia bisa memanfaatkan blognya dengan maksimal. Untuk menjadi blogger matre tidak gampang, tidak hanya sebatas posting secara regular dengan konten yg bermutu, tapi juga harus menguasai SEO, traffic swarming dll agar blognya tetap comply with the standard requirement. Jadi gak usah gusar dikatain blogger matre, tapi harus BANGGA bro
January 30th, 2009 at 6:29 am
blogger matre? harus bangga jadi blogger matre, banyak orang ingin menjadi blogger matre tak kesampaian. Aku rasa sah aja menjadi blogger yang menghasilkan uang dari ptc, ppc, ataupun ptr. semua ada porsinya, tapi perlu diingat untuk tidak meninggalkan pembaca blog. Aku rasa blog SEO juga ada
January 30th, 2009 at 7:00 am
mau dunk mas,,jadi blogger matre…saat ini bloggku hanya untuk corat-coret biasa ja
January 30th, 2009 at 7:38 am
Wah ada kosa kata baru ya kayaknya…Yang jadi kesepakatan awal sebelum memberikan komentar adalah siapkah kita dengan komentar dan sanggahan orang lain ? Orang Indonesia yang punya budaya suka berdebat tapi tidak suka didebat..Tul gak ?? Ntar kalo Achiles yang Newbie kasi komentar malah ada yang tersinggung…Pendapatku sih sah2 aja…buat yang mau share ilmu silahkan, buat yang mau cari duit silahkan, buat yang mau tebar pesona silahkan, buat yang mau cari cewek lewat blog ya silahkan..Kenapa harus di pagari kebebasan kita dalam ngeblog dengan berbagai istilah yang kita buat sendiri ? Selama Blog itu tidak menyalahi ketentuan sang empunya blogspot seperti Google dan Wordpress dengan artilel seperti SARA, judi, Propaganda atau memasukkan konten bugil murni kedalam blogspot umum dengan tujuan uang ya gak masalah toh..?? Mungkin harus di buat pagar dulu yang namanya blogger indonesia itu yang harus seperti apa ? Bagi ilmu hanya dengan baca buku dan ditulis ulang kedalam blog ? apakah itu yang namanya bagi ilmu ? Kenapa kita tidak dapat menghargai kemampuan dan kelebihan dari orang lain ? Achiles sih mau aja kalo dibilang matre wong profesional pun juga masih jauh..hehehe. Ada yang ngaku ngeblog buat kesenangan toh juga pasang iklan dan ikut review hehehe…
January 30th, 2009 at 7:57 am
Wah kalo dibilang blogger matre sih biasa aja. Wong saya juga butuh duit..hehe..dapat ide posting nih abis baca postingan mas hakim..hehe
January 30th, 2009 at 8:35 am
wah cepat juga launching mas Kim hehehe
January 30th, 2009 at 8:39 am
[...] Sebenernya gue susah dapat ide hari ini, tapi abis berkunjung kerumah mas hakim, yang lagi membahas blogger matre Akhirnya dapat ide juga. Buat bikin posting..hehe. Kembali ke judul, lantas apa hubungan antara [...]
January 30th, 2009 at 9:21 am
Hihi…blogger matre ya kang kim….
Saya rasa sih lebih baik disebut blogger bisnis daripada blogger matre. kan bahasanya lebih aga elite gitu
January 30th, 2009 at 10:42 am
betul tw kata Mizwar lebih baik di bilang Blogger Bisnis…
January 30th, 2009 at 10:56 am
Walah… Blogger Matre kok digeneralisasiin sama Cewek Matre sih!?
Mari kita sederhanain dulu…
Matre = Materialistis = Orang yang lebih mementingkan materi, duit, dan harta diatas segalanya.
Blogger = Penulis = Orang yang lebih mementingkan sharing ide, ilmu, silaturahmi dan harga diri diatas segalanya.
So…
Cewek Matre = biasanya, cenderung pengen dikasih sesuatu yang berbentuk materi melulu, tapi sedikit memberi atau berbagi. Malah kalo dia ngasih sesuatu tuh kadang setengah hati atau ogah-ogahan.
Blogger Matre = biasanya, cenderung lebih banyak berbagi atau memberi sesuatu yang bermanfaat untuk pengunjungnya lewat blog, bahkan kadang-kadang ada blogger yang ikhlas berbagi tanpa imbalan. Meskipun, terkadang ada pula yang berorientasi profit, tapi yang namanya blogger hal itu selalu dilakukan dengan cara yang lebih terhormat dibanding cewek matre.
Then…
Blogger Matre is better than Cewek Matre!
Therefore…
Kenapa kita harus malu menyandang blogger matre!? Kalo ada orang yang menganggap negatif label “blogger matre”, nggak usah dianggap. EGP!
Just smile politely and back away…
Bener teu, kang? hehehe…
January 30th, 2009 at 12:57 pm
[...] Terima kasih ya Kang Hakim dan Mbak [...]
January 30th, 2009 at 1:28 pm
Gimana mau matre mas, kalo daftar adsense aja ditolak trus,,, hiks3x….
January 30th, 2009 at 1:38 pm
Gimana ya. saya malah tambah semangat ketika revenue hasil ngeblog melebihi modal nyewa domain dan hosting-nya. Jangan sampai anggaran ngeblog memotong anggaran uang dapur kita. Bisa2 istri saya melarang saya ngeblog, hehehe …
Saya hanya kurang setuju dengan berbagai macam hal yang cenderung merugikan dan menyesatkan orang lain, selebihnya sah2 saja
Ttg Blog matre, itu hanya fenomena bahasa dan sosial yang berkembang. Ketka masyarakat menghukum negatif suatu kata (dlm kasus ini ‘matre’), maka kata2 majemuk yang menempel dengan kata tersebut menjadi ikut negatif (kata ‘blog matre’ misalnya).
Saya setuju dengan komentar Gie, EGP, yang penting tidak merugikan dan menyesatkan orang lain.
CMIIW, Thx.
January 30th, 2009 at 2:15 pm
Kang… Terima kasih ya Komentarnya untuk *yang ngebuat GR*
hehehe… gak jadi diposting kemarin, soalnya ya kayak gini nih… matre…
—-
Ok, ikutan komentar ya Kang soal Matre…
saya juga tadinya sudah mendaulat diri jadi ‘blogger matre’
dalam arti kaya kata Bang Nich… lucu dan positif..
soalnya, cari duit kan hak semua orang..
—
kalau kemudian pengertian cari duit di Internet masih terkesan negatif, itu bukan salah blogger matre… dan kebanyakan blogger matre memilih mematrekan blgnya dengan ikut program luar negeri… karena gak mau merugikan diri sendiri..
—
satu lagi, mungkin blogger matre terlihat gak idealis ya? kok curhat dipake cari duit.. kenyataannya blog bermetamorfosis menjadi media pemasan yang sangat efektif…
—
matre, atau materi dalam definisi filosofis berarti ’sesuatu yang terbatas ruang dan waktu’. jadi memiliki makna negatif karena seringkali dikaitkan dengan kebahagiaan yang pada kenyataannya adalah immateri ‘tidak terbatas ruang dan waktu.
kebahagiaan memang seharusnya lepas dari materi, alias bisa bahagia dalam kondisi apapun… tapi materi memang dibutuhkan untuk bertahan hidup…
jadi selama halal, manusia bisa mencari materi untuk menunjang kehidupannya dengan cara apapun (asal halal)… toh yang berkomentar neggatifpun tidak akan membiayai hidup kita kan?
—
saya melihat ungkapan matre sebagai sesuatu yang jenaka saja
January 30th, 2009 at 2:26 pm
hmm, apa yah,, mau dibilang gimana juga semua orang butuh duit betul kan om hehehe.
saya si gak keberatan disebut blogger matre malah cenderung bangga soalnya paling nggak sudah disebut sebagai ‘blogger’ gitu ajalah hehe
January 30th, 2009 at 2:40 pm
kang hakim saya berencana mereview blognya kang hakim tapi saya butuh referensi data blognya kang hakim nih, sebelumnya thx
January 30th, 2009 at 3:02 pm
saya setuju ama mas tony. kata matre sangat negatif. kita ini emang ngeblog untuk cari duit. matre itu kan mata duitan tapi gak mau kerja keras. alias morotin orang lain. lha ini kita ngeblog kan kerja keras lho. begadang mulu tiap hari. dunia terasa terbalik. lagian tiap blogger kan punya blog personal untuk berbagi dan punya blog yang emang untuk bisnis. jadi blogger ya blogger aja gk usah ditambah2in
January 30th, 2009 at 5:41 pm
Dari sini saya jadi ambil kesimpulan klo blogger matre itu jarang ada di Indonesia. Hm…. jadi ada 2 sebutan menurut saya. Blogger yang memonetisasi blognya dan yang matre. Klo yang matre yah matre, klo yg memonetisasi yah memonetisasi…. wkwkkwkwkwkwkkwk……… bingung deuh…..
Hm….. jadi memang beda deh blogger matre dan blogger profesional…..
January 30th, 2009 at 10:12 pm
wedew.. dipajang di depan umum.. malu nih..
tapi semoga dengan adanya wawancara ini blogger menjadi semangat
kalau memang mereka bertujuan mencari uang semoga saja masih memiliki rasa untuk bersosialisasi dengan blogger lain dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma2 yang ada. tetep membawa nama baik blogger indonesia.. semangat terusss..
January 31st, 2009 at 6:40 pm
saya sepakat dengan GIE, ngapain di urusin kalo ada yg mengatakan kita blogger matre hehehehe…..
January 31st, 2009 at 8:18 pm
mau matre ato gak itu urusan mereka saia gak mau ikutan!
*kabur*
January 31st, 2009 at 11:41 pm
kalo menurut mencari uang lewat blogging sah2 aja. sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. bisa sharing ilmu atau pengalaman, bisa dapat tmn ato sahabat baru, dan sekalian bisa dpt uang bwt nutupin biaya nge net. nge net kan gak gratis he he he. yg bikin gak enak di stilah blogger nmatre itu ya kata matrenya
February 1st, 2009 at 2:01 am
gpp blogger matre asal bukan blogger maling, ngeblog juga butuh materi kang, so persepsi (+)(-) sangat relatif dan menurut saya tidak bisa di komparasikan antara “cewe matre” dgn “blogger matre” karna cw matre identik dgn memerasan, blogger matre mungki lebih ke arah profesi.
February 2nd, 2009 at 11:29 am
Memonitisasi blog sangat perlu sih untuk kelangsungan blog itu sendiri…jadi tinggal pemahaman dan aplikasi di masing2 pemilik blog..kalau saya pribadi sih perlu:D
February 4th, 2009 at 10:56 pm
Kalo saya mah ga peduli mau blogger matre, blogger seo, blogger dll, sekali blogger tetap blogger wekekeke, ya itu menurut saya sih, kalo saya misalnya dibilang blogger matre sih seneng2 aj wekekek sapa coba yang ga ngiler liat duit ya mumpung ada peluang kenapa ga disamber
, dari situ kita bisa ngembangin blog, misalnya kalo pertama pake blogspot bisa beli domain atawa hosting baru, ibaratnya dari kepompong jadi kupu2 wekekekeke, itu menurut pendapatku lo
February 20th, 2009 at 7:14 pm
ternyata beragam yah pendapat orang-orang tentang blogger matre kayak saya :p
February 24th, 2009 at 10:21 pm
NICE POST KANG! Saya sangat setuju dengan apa yang telah akang angkat ke permukaan. Ini bisa menjadi sebuah “BOOM” untuk meningkatkan popularitas apalagi bertepatan dengan momen yang sedang akang jalani. Saya pernah mengangkat beberapa ‘hot post’ seperti ini. Brilian ide.
Blogger Matre? PERLU!, sekali lagi saya sampaikan PERLU! ingat, bangsa kita tengah dilanda banyak masalah ekonomi, kita butuh kucuran dana dari luar, ya DEVISA. Ini adalah satu kesempatan kita menjadi pahlawan. PAHLAWAN DEVISA. Selama kita masih memiliki etika, profesionalisme ngeblog, memiliki esensi, mencintai dan memberi keindahan, membagi manfaat pada sesama. Bertukar ide, pemikiran, inspirasi, kenapa tidak? semua butuh motivator, penyandang dana agar semua tidak berhenti sampai kita menemukan satu kata: JENUH. Motivator berupa “matre” tidak akan pernah menemukan titik jenuh, sehingga kita akan terus dapat kesempatan untuk berbagi. karena kita memiliki satu misi dengan jalan yang benar, diridhoi sesama terutama istri/suami/keluarga (bagi yang sudah berkeluarga). Suaminya/istrinya selama ini duduk2 didepan komputer, lupa ngelonin, ngurangi jatah ngelonin ternyata hasilnya lumayan juga. Ya… itu kerjaan sambil berbagi.. SALAM. SUKSES buat blogegr2 MATRI profesional & beretika..
July 2nd, 2009 at 7:41 am
Matre its meaning “Food” in Norwegian language. In indonesian could be meaning “Mata Pencaharian Blogger”