Bandung Kota Mati (listrik)
Hari ini listrik kembali padam di dua kecamatan yang saya tahu di wilayah Bandung (kec. Bojongloa Kaler dan Kec. Astana Anyar) sejak pukul 14:30 dan baru nyala kembali sekitar pukul 20:15, cukup lama hampir 4 jam namun belum menembus rekor muri seminggu sebelumnya sekitar 6 Jam dari jam 14:15 hingga 19:30. *rajin ngitung ya saya, heuheu*
Terhitung sejak tanggal 26 Mei 2008 sampai sekarang (6 Juni 2008) pemadaman listrik secara bergilir terjadi di berbagai kota di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur tak terkecuali kota Bandung yang berjuluk Kota Kembang, Paris Van Java, Kota FO, Kota Sejuk, Kota Damai dan julukan terakhir yang masuk di meja redaksi *halaaah*, “Bandung Kota Blogger“.
Seperti yang dilansir website resmi pemerintah provinsi Jawa Barat jabar.go.id pemadaman ini dikarenakan terganggunya pasokan listrik dari empat pembangkit yaitu PLTGU Muara Tawar, Tambak Lorok, Grati dan PLTU Suralaya yang diperkirakan hanya beberapa hari pemadaman akan berlangsung namun sudah hampir dua minggu ini pemadaman terjadi.
Parahnya pemadaman ini terjadi menjelang piala Europe *Eropa aja kaleee* menurut kabar dari situs yang sama, PLN difisit hampir sebesar 700 Megawatt sehingga tidak ada cara lain kecuali melakukan pemadaman tersebut. Untuk wilayah Jabar-Banten sendiri terjadi peningkatan pada saat beban puncak dari 4.800 menjadi 5.500 Megawatt.
Ternyata sektor industrilah yang menjadi penyebab PLN harus mengambil tindakan ini dimana masyarakat mulai familier dengan 17-22 penghematan listrik di saat puncak beban, sektor industri malah memanfaatkannya dengan mengkambing jantan hitamkan harga solar (BBM) yang naik, biasa menggunakan genset generator pembangkit listrik beralih menggunakan listrik PLN.
Bagaimanapun pengaruh kenaikan BBM yang menjadi penyebab semua ini. BBM naik-masa depan “Gelap” tapi sepertinya pemerintah sudah tidak peduli dengan berbagai demo yang terjadi, meski harga-harga melonjak tinggi, rakyat berteriak sekarat, korban berjatuhan di berbagai perguruan tinggi… angin lalu! Ya semua itu sudah dianggap angin lalu, demi kepentingan, tunggang menunggangi, sebenarnya siapa yang ditunggangi? Mahasiswa atau malah pemerintah sendiri yang ditunggangi?
Anyway pusing ngurusin negara politik mending siap-siap buat besok pembukaan Piala Eropa antara Cheko dan Swiss dan semoga listrik tidak padam lagi…
Setelah berbagai julukan untuk Kota Bandung di atas mungkinkah julukan baru lahir…? “Bandung Kota Mati (listrik)”
Semoga tidak…
——————–
Gambar dicomot dari www.tristania-angina.org
Popularity: 8% [?]






Kembali kejaman batu merasakan hidup tanpa kompie. Kalo matinya malem lah matinya siang mau ngumpul tugas.
ke makassar aja mas hakim klo mau nonton euro
Daerah Cileunyi pun tak luput tuan. Malah tiap minggu terkadang sampai 2 kali dengan durasi tak tanggung-tanggung, jam 8 pagi sampai jam 2 siang.
@Fajar: senasib dan sepenanggungan…
Di kampungku lebih parah…
dari jam 8 sampai 6 magrib baru nyala..
huhuh…
berasa kembali ke zaman baheula mun eweuh listrik mah..
kalo lampu mati mending goreng pisang aja kang, kan gak ada hubungannya ama listrik tuh, ciat gedubrak…
Listrik ga mati lagi sekarang, namun hujan mulai mengguyur kota Bandung lagi… basah-basah… sekarang kan baru bulan Juni ya, tapi ko musim penghujan sudah datang… ini musim ga bener
kemarin jogja mati lampu lagi…bingung mau beraktivitas… akhirnya yo…bengong hehehe…
@sima: halaaaah… mang ga ada…
@Qoripro: Mati lagi qor…
@Lyla: seluruh pulau jawa dapat giliran Ly…