In Memorian
Kejadian ini sudah lama sekali terjadi, dan menjadi pelajaran yang sangat berharga dan tak terlupakan untuk saya pribadi. Langsung kilas balik aja ya. Mungkin bila kita menyebut kata bola, yang terlintas dari pikiran kita adalah sebuah permainan yang diikuti oleh 2 tim yang berisi 11 orang untuk memperebutkan 1 bola yang berada di dalam lapangan, dan yang satu lagi mungkin anda sudah bias menebaknya, yupz “judi bola”. Dulu saya pernah merasakan yang namanya judi bola, dari semula yang hanya sebuah iseng-iseng, lalu menjadi sebuah ritual yang ngga mungkin terpisahkan dalam kehidupanku gitu. Klo diibaratkan sih seperti orang yang udah ketagihan narkoba (inginnya tiap hari taruhan terus, klo ngga taruhan, badan rasanya jadi ga enak gitu, hehehe). Dari semula bertaruh dalam jumlah kecil dan sering mendapatkan kemenangan dari situ, lama-lama saya jadi terpancing untuk mengikuti taruhan yang lebih besar.
Namanya juga manusia yang tidak pernah puas, sewaktu diberi kemenangan selalu menginginkan yang lebih besar lagi. Dan itu terjadi pada saya saat itu, dari yang semula saya bertaruh kecil-kecilan berkembang menjadi sebuah taruhan yang nilainya cukup besar. Apalagi kalo kalah, pasti langsung bernafsu untuk menggandakan nilai taruhan tersebut supaya bisa balik modal. Intinya tidak ada dalam kamus saya istilah kalah, yang ada hanya menang dan menang trus. Hehehe. Anehnya tiap kali saya menaikkan nilai taruhan menjadi lebih besar dari semula, pasti yang saya dapatkan hanyalah kekalahan yang terus menerus. Sampai akhirnya uang saya benar-benar tidak tersisa sama sekali.
Mungkin anda mengira saya sudah jera dan putus asa dengan habisnya uang tersebut?? Maaf kalo perkiraan anda salah, hal itu bukannya membuat saya menjadi jera ataupun putus asa, bahkan dengan kejadian itu saya menjadi semakin terobsebsi untuk mengembalikan uang saya yang telah melayang itu. Dalam misi mengembalikan uang yang telah lenyap itu saya mulai berani meminjam uang ke teman, tidak membayarkan uang kuliah, dan menjual barang-barang milik saya (bahkan PC yang saya gunakan untuk menulis artikel ini tuh dulunya mau saya jual juga, untungnya ngga jadi gara-gara ngga ada yang mau beli, hehehe). Yang pada intinya gimana caranya ngumpulin uang cepat supaya saya bisa kembali mengikuti judi bola.
Sampai akhirnya saya berani melakukan hal yang menurut saya saat ini benar-benar diluar akal sehat, yaitu menggadaikan BPKB motor dan mobil ke pegadaian. Uang dari hasil menggadaikan BPKB motor dan mobil kembali saya ikutkan ke judi bola. Dan akhirnya sampai klimaks juga, bukannya balik modal yang saya dapatkan, tetapi uang hasil dari menggadaikan tersebut ikutan lenyap, dan saya masih harus menanggung bunga dari menggadaikan tersebut ditambah lagi saya berutang judi bola pada bandar.
Permasalah belum selesai sampai disitu, akhirnya kedua orang tua saya mengetahui hal tersebut gara-gara rumah saya didatangi oleh 2 orang dept collector suruhan bandar judi untuk menagih utang-utang judi saya dan menyuruh kedua orang tua saya untuk melunasinya saat itu juga. Oleh kedua orang tua saya, utang-utang saya dilunasi dan kemudian setelah 2 orang dept collector tersebut telah pergi, saya dipanggil untuk ditanyai tentang hal-hal bodoh apa saja yang telah saya lakukan. Saat ditanyai, saya hanya bisa tertunduk lesu dan masih belum berani berkata jujur untuk menceritakan semuanya kepada kedua orang tua saya. Tapi untungnya saya diberi oleh Tuhan orang tua yang sangat baik sekali, mereka dengan sabar mendesak saya untuk menceritakan semuanya. Dan saat itu yang membikin hati saya terenyuh sekali dan tidak mungkin saya lupakan sewaktu ayah saya berkata (kalo diindonesiakan intinya seperti ini) :
“Kamu jujur saja, ceritakan semua masalah yang sedang kamu hadapi , biarpun sampai saya harus menjual rumah untuk melunasi utang-utangmu tuh saya rela, yang penting kamu berjanji jangan sampai mengulangi hal seperti ini lagi. Saya malu sama orang tua saya kalo tidak bisa mendidikmu dengan baik”
Akhirnya semuanya saya ceritakan, dan kemudian orang tua saya mengambil alih semua utang-utang tersebut. Sampai sekarang klo inget kejadian waktu itu rasanya nyesel sekali, dan saat ini saya benar-benar tidak ingin terperosok untuk kedua kalinya ke dalam dunia judi bola. Btw untuk teman-teman yang mungkin masih sering atau ada yang bertaruh bola, saya sarankan mulai sekarang sebaiknya kegiatan itu di hentikan saja. Ngga ada yang namanya senang dari kegiatan itu, yang ada hanyalah susah dan sesal dikemudian hari. Mungkin dengan membaca pengalaman saya diatas bisa diambil pelajaran bahwa didunia ini yang namanya judi tidak akan bisa membuat seseorang menjadi kaya.
Artikel Kontes Blog 1 Tahun Hakimtea.com
Judul : In Memorian
Penulis : Andi Gunawan
URL : http://andigunawan.net
Popularity: 1% [?]
Related posts :
- No related posts












Hi, my name is Hakimtea, I like drink a cup of tea n blogging is really my cup of tea :) I've been dreaming to be a fulltime Blogger, I imagine to be a Master Blogger... when I wake up and realize that all my dreams are still like all I consume, an ordinary Hakimtea... a newbie Blogger who try to write, sharing information and getting money from blogging.
June 2nd, 2009 at 12:46 pm
Memang betul kata papatah “Jauh lebih baik seorang penjahat yang menyadari akan kesalahannya dibanding seorang santri yang tidak pernah menyadari kekilafan yang pernah dilakukannya”
Nice articles bro….
June 2nd, 2009 at 2:48 pm
Wuih,,baca’y jadi gimana gitu,,nice article..
November 28th, 2009 at 9:09 pm
Excellent blog, lots of useful information. What you wrote is great advice any way that you look at it.